31

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (Ali lmran 3:31).

Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Duril Mantsuur (mutiara yang ditebar) Juz 2/238 menafsirkan hal tersebut dengan membawakan beberapa hadits. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir dari Hasan ra: “Ada suatu kaum yang datang kepada Nabi saw: Yaa Rasulullah sesungguhnya kami amat mencintai Tuhan kami, maka Allah menurunkan ayat tersebut“.

Dari Umar ra berkata nabi saw: “Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa-apa yang datang kepada kalian (Alqur’an dan sunnah)“.

Dari Abu Dzar dan Aisyah ra yang dimaksud dengan ayat tersebut menurut Rasulullah adalah bertakwa, berbuat kebaikan, rendah hati dan menundukkan hawa nafsu. Setelah kita memahami makna ayat tersebut menurut Ahli Tafsir sekaligus Mujtahid di abad ke 9 H yaitu Imam As Suyuthi dan penulis lebih dari 600 kitab di berbagai ilmu mulai dari tafsir, hadits, fiqih dll, maka saatnya kita mengetahui buah, keuntungan dan keutamaan dalam mentaati dan mengikuti Rasulullah saw.

1. Dicintai Allah

Keuntungan pertama sudah sangat jelas dan terang benderang terpampang pada ayat tersebut yaitu dicintai Allah swt. Karena cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah adalah satu paket, tidak mungkin orang cinta kepada Allah tapi ia tidak cinta dan dan tidak taat kepada nabi saw. Hal ini karena satu-satunya jalan untuk mencintai Allah adalah dengan mencintai, mentaati dan mengikuti Rasulullah saw.

Karena itu dusta, apabila ada orang yang mengaku cinta kepada Allah tapi tidak mau mengikuti syariat yang dibawa Rasulullah saw. Apalagi sampai tingkat mendustakan dan mencampakkan dari lapangan kehidupan. Taat kepada Rasulullah juga merupakan jaminan mendapatkan jannah atau surga. Rasulullah saw bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Siapa yang enggan ya Rasulullah? Beliau menjawab, Barangsiapa taat kepadaku maka ia masuk surga dan barang siapa yang durhaka kepadaku maka dialah yang enggan itu” (HR Bukhari).

2. Diampuni Allah SWT.

Buah yang kedua, kita akan diampuni oleh Allah swt. Mungkin kita banyak beramal namun tanpa ampunan Allah apalah artinya amal yang banyak tersebut. Untuk itulah mari kita mencontoh beliau dengan banyak beristighfar, berdo’a dan berdzikir. Dan dari Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Maka jika kalian ruku’ agungkanlah Tuhanmu di dalamnya, dan ketika sujud bersunguh-sungguhlah (dengan memperbanyak) do’a, maka Allah akan mengabulkan bagi kalian” (HR Muslim)

3. Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Dengan taat dan mengikuti Rasulullah saw maka rahmat Allah akan turun dengan deras ke muka bumi. Allah akan membukakan berkahnya dari langitdan bumi. Baik dalam bentuk hujan, tumbuhan, buah-buahan, peternakan, sawah, ladang, emas, perak hingga minyak bumi, Allah swt berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya“. (Al A’raaf [7]:96). Menurut Qatadah yang dimaksud berkah dari langit dan bumi adalah diberikannya kepada mereka tumbuh-tumbuhan. (Ad Duril Mantsuur 4:274)

Menurut Imam Al Baidhawi dalam tafsirnya yang dimaksud “dibukakan” adalah diberikannya kebaikan, kemudahan, diturunkannya hujan dan tumbuh-tumbuhan (2/294).

4. Mendapatkan Hidayah

Selain itu Allah juga akan memberikan hidayah-Nya kepada kita. Memberikan jalan dan petunjuk-Nya. Sehingga kita mengetahui bahwa yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil. Sebagaimana do’a kita sehari-hari. Betapa banyak orang pandai bergelar Prof, DR, pakar dsb, tapi tidak mendapatkan hidayah dari Allah swt. Akibatnya ada diantara mereka tetap hidup dalam kekafiran.

Sebagaimana para ahli ilmu-ilmu ke-lslaman dari Barat yang disebut Orientalis yang hanya menjadikan Islam sebagai objek kajian ilmu semata. Namun sinar iman dan Islam tidak masuk ke dalam hati, jiwa dan akal mereka. Karena itulah dalam shalat lima waktu kita diajarkan untuk selalu berdo’a kepada Allah, minimal 17 kali sehari: Ihdinash shiraathal mustaqiim.

“Ihdinaa (tunjukilah kami), dari kata hidayaat memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik. Artinya kita diberikan kemampuan untuk tetap konsisten dan mampu menjalankan hidayah Allah tsb. dalam kehidupan sehari-hari.

5. Harga Diri

Dengan taat dan mengikuti Rasulullah saw kita akan memiliki harga diri yang tinggi. Tidak takut kepada orang kafir. Tidak minder apalagi rendah diri. Sebagaimana yang saat ini menimpa dunia Islam. Mereka sangat minder dan takut kepada Amerika Serikat, Yahudi dan sekutu-sekutunya.

Karena itu untuk menilai suatu bangsa tersebut memiliki cinta dan taat kepada Rasulullah dapat dilihat dari sikapnya terhadap orang-orang kafir yang memusuhi umat Islam. Dan jangan hanya dilihat dari ibadah mahdhah (ritual)nya semata. Atau hanya dilihat dari penampilan fisik dan pakaiannya saja. Tapi lihatlah bagaimana sikap mereka dalam masalah wala’ (cinta) wal baro’ (kebencian) terhadap orang-orang kafir yang memusuhi dan menjajah negeri-negeri Islam. Kalau ia hanya diam membisu dan tidak berani melakukan perlawanan apalagi lari dengan berhijrah dari medan perang, sungguh orang semacam itu tidak memiliki keberanian, harga diri (7zza/i) dan bersifat pengecut, Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya“.(Al-Anfal [8]: 15-16).

MenuruttafsirAd-Duril Mantsuur ayat itu berkaitan dengan perang Badar, tidak sebelumnya dan tidak pula sesudahnya. Untuk itulah Syaikh Hasan Al Bana mengutip dari Rasulullah saw agar kita melazimkan berdo’a di pagi dan petang agar kita dijauhkan dari sikap pengecut: ALLAHUMMA INNII AUUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN WAA’UUDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASAL WA AUUDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHL WA A’UUDZIBIKA MIN GHALABATID DAINI WA QAHRIR RIJAAL “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
susah dan sedih, dari lemah dan malas, dari PENGECUT dan kikir dan dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan orang
“. (HR Abu Dawud)

Semoga kita termasuk orang yang taat, cinta dan mengikuti Rasulullah saw.