Dra.Hj.Chairunnisa, M.A

Menaati Suami

Pertanyaan: Apakah mengabaikan kehendak suami tentang pakaian bila hendak keluar rumah merupakan maksiat?

Jawaban: Jika kehendak suami itu bertentangan dengan ajaran agama, misalnya anda harus tampil dengan pakaian yang tidak menutup aurat dan dengan dandanan menyolo, maka itu jangan dituruti. Anda tidak berdosa jika tidak mematuhi keinginannya, karena tidak boleh taat kepada makhluk jika itu merupakan maksiat kepada Allah. Tetapi jika suami memerintahkan anda, bila keluar rumah dengan menutup aurat dan sesuai dengan apa yang disyariatkan agama, maka anda harus mematuhinya dan berdosa jika mengabakannya.

Dia juga berhak melihat apa yang cantik dan menarik dari penampilan istri dengan pakaian yang tidak melanggar agama.

Masa Idah Suami

Pertanyaan: Seorang suami yang telah bercerai dari istrinya dan bermaksud menikah lagi. Bolehkah ia langsung menikah ataukah harus menunggu waktu tertentu (idah).

Jawaban: Masa idah hanya berlaku untuk wanita, tidak berlaku untuk pria. Sebagaimana kita ketahui, seorang suami itu boleh menikah lagi dengan seorang wanita walaupun dia masih mempunyai istri, asal tidak lebih dari empat orang dan memenuhi syarat bisa berbuat adil. Walaupun demikian, tentunya ada hal lain yang perlu dipertimbangkan, seperti masalah sopan santun keluarga, tenggang rasa dengan keluarga istri yang telah diceraikan atau wafat, dan lain-lain. Jadi, ada yang perlu dipertimbangkan yaitu masalah kemaslahatan. Kalau wanita yang akan dinikahinya itu saudara atau bibi dari istri yang dicerai (bukan ditinggal wafat), maka pernikahan hendaknya dilakukan setelah selesai masa idah.